Kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk minggu ketiga hari pertama dilaksanakan di balai kantor kelurahan Cintaraja. Yakni Musrenbang Kecamatan Kayuagung yang langsung dibuka oleh Kepala Bappeda OKI Makruf CM,SIP.,MM beserta camat Kayuagung Denny A Ariefson,SSTP.,MSi, kemarin (19/1).

Dalam kegiatan musrenbang tersebut juga dihadiri oleh perwakilan TNI, Kapolsek Kota Kayuagung, AKP Hendra Gunawan,SH, Para lurah, para kades sekecamatan Kayuagung,

UPTD serta tak ketinggalan setiap Musrenbang hadir anggota DPRD OKI Dapil I yakni Zumrowi (partai PKB) dan Abdul Hamid (partai Gerindra).

Musrenbang itu, cukup banyak usulan ynag disampaikan oleh para kades kepada narasumber yang hadir terutama kepada anggota DPRD baik itu secara lisan maupun tertulis. Dalam tanya jawab yang berlansung masyrakat desa terkhususnya mengharapakan adanya pembersihan lahan pertanian di areal pertanian di des mereka. Sehingga nantinya bisa dapat digunakan untuk bersawah atau berladang. Untuk pembersihan lahan pertanian itu terdapat didesa Arisan Buntal hingga desa Tanjung Menang yakni seperti pembersihan rumput setedok dan sebagainya.

Selain itu, masyarakat desa melalui kadesnya menyampaikan agar dibangunnya pintu air mulai dari desa Kijang Ulu dengan alasan para warga desa sering gagal tanam dan telah berlangsung sekitar 5 tahun. Sehingga diharapkan dengan adanya pintu air, gagal tanam tidak terjadi lagi.

Kepala Bappeda OKI Makruf CM,SIP.,MM didampingi camat Kayuagung  Denny A Ariefson, SSTP.,MSi juga mengungkapkan usulan dari masyarakat Kecamatan Kayuagung sebenarnya sangat banyak yaitu diantaranya normalisasi anak Sungai Lebak Teloko, sehingga nantinya masyarakat yang mata pencaharian di sungai yaitu dalam mencari ikan dan tambak lainnya dapat menjadi lebih baik

“Lalu untuk usulan lainnya adalah nantinya akan dilakukan perehapan kantor lurah Mangunjaya, begitu juga kantor lurah Sukadana dan Perigi termasuk juga jalan atau aksesnya.” Ujar Denny.

Selanjutnya, juga mengusulkan agar segera dilakukannya pembangunan kantor camat Kayuagung termasuk juga penambahan operasional kelurahan yaitu berupa mobiler, computer, alat tulis kantor. Terpenting lagi adalah penambahan sarana prasarana untuk di 11 kelurahan karena memang sangat dibutuhkan.

Nah dalamsetiap tahunnya sering diagendakan kegiatan Midang serta Bidar maka diharapkan agar dilakukannya perbaikan perahu sehingga pada saat acara bidar semua siap begitu juga kegiatan midang agar dianggarkan. Dengan alasan merupakan kegiatan rutin untuk masyarakat banyak. Lalu ada juga usulan berupa agar dilakukannya pemasangan conblok pada halaman Polsek Kota Kayuagung.

“Nah dari semua usulan masyarakat yang disampaikan oleh para lurah dan kades yang hadir baik secara tertulis maupun lisan, semuanya akan diusulkan dalam dokumen ditindaklanjuti. Kemudian akan direalisasikan pada 2016 mendatang.” Ungkap Denny diamini oleh Makruf.

Disampaikan Makruf mewakili Bupati OKI Iskandar,SE  guna mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat, maka perencanaan di fokuskan pada desa-desa tertinggal sekaligus penanggulangan kemiskinan yaitu dengan cara pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terutama dengan ibukota Kabupaten dan jalan poros desa. Lalu penyediaan air bersih, sanitasi dan listrik difokuskan pada desa dan kelurahan yang belum memiliki akses tersebut.

“Untuk mempercepat penuntasan wajib belajar 9 tahun difokuskan pada perluasan program penuntasan buta huruf dengan kelompok pelajar paket A dan paket B, terpenting lagi penyediaan satu desa satu PAUD/TK/TPA,” ucapnya.

Selain itu ditambahkan, semua usulan diupayakan dan semuanya untuk kepentingan masyarakat. Yakni seperti menjalin kerja sama agar pihak swasta lebih peduli terhadap lingkungan melalui program CSR. Lalu optimalisasi alokasi dana desa (ADD) agar difokuskan pada percepatan pembangunan infrastruktur perdesaan.

Sementara itu anggota DPRD Zumrowi mengatakan, dalam hal pembangunan apa yang diusulkan oleh masyarakat tetap melalui skala prioritas, sehingga nantinya tidak salah guna atau tidak tepat guna. Selain itu pembangunan harus sesuai dengan kepentingan rakyat. Jadi kepentingan masyarakat bisa dipenuhi dan mengprioritaskan pembangunan dari desa. Dengan begitu dapat meningkatkan taraf kehidupan masyarakat.