Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diruangan aula kantor Kecamatan Pedamaran pada Senin (5/1) menghasilkan berbagai macam usulan dari masyarakat banyak diantaranya adalah lebih memfokuskan kepada insfrastruktur desa.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda, Makruf,.SIP.,MM melalui Kabid Sosial Budaya, Drs. Ahmad Gusti,ST.,Msi. Menurut dia, sebenarnya usulan dari masyarakat

pada kegiatan Musrenbang yang dihadiri oleh Camat beserta stafnya, Danramil Kapten Safarudin, Kapolsek, sejumlah kepala UPTD baik UPTD pertanian, peternakan, BKKBN. Lalu UPTD Puskesmas, PMD Kecamatan para Kades serta unsur lainnya, cukup banyak usulan yang diajukan. Tetapi infrastruktur menjadi prioritas, walaupun begitu semua usulan akan ditanggapi dan ditindaklanjuti.

Dijelaskan, adapun dari pembahasan usulan di kecamatan Pedamaran yaitu pembuatan Dam di tepi sungai Desa Sukadamai Pedamaran I dan VI. Kemudian pengerasan jalan dusun Rangkui Pedamaran VI, jalan Damarsari di Menang Raya dan jalan menuju Desa Sukapulih.

“Sedangkan untuk usulan yang lain tetap juga menjadi prioritas semua akan dibahas dengan setiap SKPD terkait melalui forum,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut tak lupa sambutan Bupati Iskandar,SE melalui Kepala Bappeda Makruf,SIP yang dibacakan oleh Drs. Gusti,ST.,Msi dihadapan tamu undangan yang hadir adalah sebagai penjabaran rencana pembangunan jangka panjang menengah daera (RPJMD), harus melalui proses pada setiap tingkatan pemerintahan dan harus melibatkan komponen masyarakat (stakeholder). Sehingga aspirasi masyarakat dapat diakomodir dalam perencanaan pembangunan.

Lanjut dia, apalagi masih tinggi jumlah penduduk miskin yaitu mencapai 109.800 jiwa atau 14,53 persen. Untuk daya beli masyarakat sangat rendah terutama dalam memenuhi kebutuhan 9 bahan pokok. Lalu belum tercapainya program wajib belajar 9 tahun, kemudian masih tingginya angka kematian bayi. Ditambah lagi kondisi infrastruktur terutama jalan, jembatan, air bersih, sanitasi dan listrik belum memenuhi harapan masyarakat. Lalu juga masih rendahnya partisipasi dunia usaha (swasta) dalam pembangunan Kabupaten OKI.

“ Sehingga mengatasi permasalahan itu maka perencanaan difokuskan pada desa-desa tertinggal sekaligus penanggulangan kemiskinan yaitu dengan cara pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terutama dengan ibukota Kabupaten dan jalan poros desa. Lalu penyediaan air bersih, sanitasi dan listrik difokuskan pada desa dan kelurahan yang belum memiliki akses tersebut,” terangnya.

Dikatakan, selain itu untuk usulan yang lain dari masyarakat yaitu pembuatan jalan setapak di Desa Pedamaran I,VI,Menang Raya, Sukapulih, Sukadamai, Lebuh Rarak dan Sukaraja. Kemudian pembuatan siring di Desa Pedamaran II, Serinanti, Menang Raya dan Sukaraja. Lalu untuk sarana prasarana usulan yang disampaikan pengadaan mobile kerja pada kantor Kecamatan, pembuatan pagar kantor, rehab kantor Kades Pedamaran II dan pembangunan balai Kecamatan.

Ditambahkan, Gusti selain itu usulan yang masuk di bidang pendidikan adalah penambahan mobile di SD N 4, rehab bangunan SD Sukadamai. Juga adanya usulan pembangunan Poskesdes di Burnai Timur, rehab ruang tunggu pasien di Puskesmas. Nah termasuk juga mengusulkan lampu jalan. Lalu dibidang pertanian yakni pengembangan Holtikultura (tanaman sayur dan kacang-kacangan). Dibidang perikanan bantuan kerambah dan bibit ikan dan untuk dibidang peternakan yaitu bantuan bibit ternak sapi untuk Desa Sukapulih dan Burnai Timur.