Kayuagung- kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) tahun 2015 ini disetiap kecamatan cukup banyak usulan dari masyarakaat yang masuk. Seperti kegiatan Musrenbang kecamatan Tulung Selapan, Senin (19/1) lalu,masyarakat mengahrapkan pembangunan gedung Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di beberapa  desa.

Dikatakan, kepala Bappeda OKI, Makruf CM, SIP, MM diwakilkan Sekretarisnya Ir. Erwin Agusdy MP saat kegiatan Musrenbang Tulung Selapan, bahwa usulan masyarakat untuk pembangunan

ditahun yang akan datang yakni berupa pembangunan gedung PAUD terdapat di Desa Kuala Duabelas, Simpang Tiga Abadi, Pulau Beruang, Peyandingan, Toman, dan Tulung Seluang. Termasuk tenaga pengajarnya usulan dari masyarakat.

Dalam Musrenbang itu dihadiri oleh Camat Tulung Selapan Ari Panani, Sekcam, KApolsek, UPTD Diknas, UPTD KB, Kepala Puskesmas, UPTD Pasar, UPTD Pertanian, para kades serta anggota DPRD OKI Nanda (Partai Gerinda) merupakan dapil III dan H. Subhan Ismail (Partai Nasdem). Kegiatan itu dilakukan diskusi dan Tanya jawab dari peserta yang hadir guna untuk pembangunan OKI kedepan.

“selain itu untuk usulan dari masyarakat adalah dilakukannya pemekaran puskesmas Desa Penanggoan Duren. Pembangunan Poskesdes di Desa Tulung Selapan Timur, desa Simpang Tiga Abadi serta pembangunan Pustu di Desa Simpang Tiga dan Rantau Lurus,” ujarnya.

Lanjut dia, nah untuk puskesmas Tulung Selapan sendiri mengaharapkan adanya penambahan ruang jaga rawat inap, ruang jaga UGD, ruang jaga rawat inap kebidanan dan gudang obat. Dari semua usulan itu memang masyarakat berharaap segera terealisasi dengan alasan masyarakat sangat membutuhkannya. Selain itu dalam kegiatan Musrenbang tersebut mengusulkan adanya pembangunan los pasar di Selapan Ilir. Juga diharapkan adanya pembangunan siring jalan tepatnya di Desa Lebung Itam hingga menuju Tulung Selapan.

Masih diharapkan Erwin, untuk insfrastruktur sendiri, usulan yang masuk adalah pembangunan jalan cor setapak di Desa Pesisir, Simpang Tiga Makmur, Simpang Tiga Jaya, Simpang Tiga, Simpang Tiga  Sakti, Simpang Tiga Abadi, Rantau Lurus, dan Desa Kuala Duabelas.Terakhir yang diusulkan masyarakat disana adalah pembangunan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Tulung Selapan, dengan alasan sangat dibutuhkan.

Sekretaris BAPPEDA, membacakan sambutan bupati Iskandar SE, bahwa RKPD sebagai mana penjabaran rencana pembangunan jangka pannjang menengah daerah (RPJMD), harus melalui proses pada setiap tingkatan pemerintah dan harus melibatkan komponen masyarakat (stakeholder)). Sehingga asporasi masyarakat dapat diakomodir dalam perencanaan pembangunan.

”dengan berbagai macam permasalahan yang belum diselesaikan dan memiliki dampak jangka panjang, maaka harus dicermati secara cerdas dan diakomodir dalam penyusunan RKPD OKI tahun 2016 karena akan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Dikatakan, apalagi kondisi infrastruktur terutama jalan, jembatan, dan air bersih, sanitasi, dan listrik belum memenuhi harapan masyarakat. Lalu juga masih rendahnya partisipasi dunia usaha (swasta) dalam pembangunan Kabupaten OKI. Maka untuk mengatassi permasalahan itu maka perencanaan difokuskan pada desa-desa tertinggal sekaligus penanggulangan kemiskinan yaitu dengan cara pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terutama dengan ibukota Kabupaten dan jalan poros desa. Lalu penyediaan air bersih, sanitasi dan listrik difokuskan pada desa dan kelurahan yang belum memiliki akses tersebut.