Musrebang Lempuing

Musrebang Lempuing

Kayuagung-Pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) untuk tahun ini telah dilaksanakan termasuk Kecamatan Lempuing, dimana pelaksanaannya pada Rabu (7/1) dihadiri langsung oleh Kepala Bappeda OKI, Makruf CM SIP MM yang meawakili Bupati Iskandar SE.

Dalam pelaksanaannya Musrenbang tersebut yang dihadiri oleh tim peninjau dari Bappeda sendiri, unsur Kecamatan Lempuing, Kepala UPTD Pertanian, para Kepala Desa (Kades), anggota DPRD Dapil IV yakni Suwarsono (Partai PKB),

H Agustam (Partai Nasdem), Drs Kamaludin (Partai Hanura) dan Wayan Sude (Partai Demokrat). Tak lupa, juga dihadiri Sekretaris PKK, UPTD Peternakan, Kaur, Kepala BPD serta dari PT Wilmar.

Bupati OKI Iskandar SE disampaikan kepala Bappeda, Makruf CM SIP MM, bahwa kegiatan Musrenbang Kecamatan merupakan suatu rangkaian proses perencanaan yang koprehensif yang diatur dalam Peraturan Perundang-undangan. Lalu rangkaian itu dimulai dari Musrenbang Desa sampai dengan Musrenbang Nasiaonal. Sehingga  berarti sebelum dilaksanakannya Musrenbang kecamatan terlebih dahulu diadakan Musrenbang Desa.

“Untuk perencanaan sangat diperlukan dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat mengingat keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM), Sumber Daya Alam (SDA) dan SUmber Pendanaan. Sementara masih banyaknya permasalahan yang harus ditangani yakni seperti infrastruktur jalan, jembatan, air bersih, listrik, layanan pendidikan, kesehatan serta angka kemiskinan dan pengangguran yang tinggi,” ungkap Makruf.

Dikatakan, untuk  kegiatan tersebut cukup banyak usulan dari masyarakat yang disampaikan diantaranya masyarakat sangat menginginkan pembangunan stadion mini atau stadion olahraga berada di Desa Tugu Mulyo. Dengan alasan stadion olahraga dapat mempersatukan masyarakat baik orang muda, dewasa atau orang tua. Dengan begitu bagi masyarakat disana dapat mempererat rasa persatuan dan persaudaraan.

Selain itu, para kades juga menyampaikan agar adanya pembangunan Jembatan Gedung di Desa Cahaya Makmur. Juga menginginkan adanya pembangunan Balai benih padi atau tempat produksi benih padi. Adanya pembangunan kantor keluarga berencana bagi masyarakat tepatnya di desa Cahaya Maju. Selanjutnya agar adanya normalisasi aliran sungai di Desa Bumi Agung.

Lanjut Makruf, maka dengan adanya musrenbang ini program kegiatan yang akan diusulkan baik melalui APBD, APBD Provinsi dan maupun APBN harus diperioritaskan untuk menjawab permasalahan tersebut sekaligus penurunan angka kemiskinan. Guna mendukung pembangunan itu dimulai dari Desa agar diperioritaskan pembangunan seperti pembangunan PAUD dengan tujuan agar pembentukan karakter bangsa sejak dini.

Lalu juga adanya pembangunan Poskesdes dengan tujuan untuk penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi dan pembentukan Kopersi dengan tujuan peningkatan ekonomi kerakyatan serta program Kedaulatan Pangan melalui Eksentifikasi dan Intensifikasi pertanian khusunya padi. Serta pembangunan jalan/jembatan poros Desa yang menghubungkan desa dengan desa dalam kecamatan dan jalan desa yang menghubungkan desa dengan luar kecamatan.

Ditambahkannya dalam sambutan, bahwa usulan program kegiatan kecamatan ini akan dibahas dalam forum SKPD didalam Musrenbang Kabupaten dengan maksud untuk disinkronisasikan dan di harmonisasikan denga  program prioritas SKPD dan pokok-pokok pikiran anggota DPRD Kabupaten OKI, adapun program prioritas kegiatan yang diusulkan untuk tahun 2016 nanti

Musrenbang Mesuji

Musrenbang Mesuji

Dengan lelah dilaksanakannya Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) di sejumlah Kecamatan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) sejak awal tahun ini. Setiap kegiatan Musrenbang tersebut di Kecamatan rata-rata masyarakat mengusulkan agar infrastruktur jalan menjadi prioritas dalam pembangunan.

Usulan pembangunan jalan termasuk pengerasan jalan menjadi prioritas juga terungkap dalam kegiatan Musrenbang di Kecamatan Mesuji pada Rabu (7/1) lalu di aula kantor tersebut yang dihadiri oleh sejumlah peserta dan tamu undangan

termasuk juga anggota DPRD OKI yang hadir yaitu Jauhari partai PKS dan H Jakfar Sodik dari partai Golkar dan Meri dari PKB.

Kepala Bappeda OKI, Makruf,SIP.,MM melalui Kabid Fisik dan Prasarana Drs. Fatkhturahman,MTP menjelaskan, bahwa usulan dari masyarakat tersebut diungkapkan oleh para Kades yang hadir. Dalam kegiatan itu juga dihadiri oleh sejumlah UPTD, Kapolsek, Danramil, Tokoh masyarakat dan Camat Mesuji Mukhlis. Usulan masyarakat agar dilakukannya pengerasan jalan disejumlah desa, dengan alasan jalan-jalan yang diusulkan merupakan jalan penghubung antar desa.

“Untuk jalan yang diusulkan pengerasan itu meliputi jalan desa Pematang Panggang, Pagar Dewa, Sungai Sodong, Surya Adi, Sumber Deras, Kembang Jajar, Pematang Bersih, Kerta Baru, Makarti Mulya, Jaya Bakti, Sido Basuki, Margo Bakti, Suka Mukti dan jalan di Desa Karya Mukti,” kata fatkhturahman.

Selain itu juga, masyarakat mengusulkan rehap gedung sekolah SD sebanyak 16 lokal di 7 Desa yaitu diantaranya di desa Pagar Dewa dan Kota Baru. Juga menginginkan rehap ruangan SMP. Lalu terpenting adalah adanya pembangunan gedung PAUD di 13 desa yang tersebar diantaranya Pagar Dewa, Sungai Sodong dan Pematang Kasih.

Lalu, lanjut Fatkhturahman agar dilakukan rehap poskesdes di 5 lokasi atau desa diantaranya Desa Makarti Mulya. Sedangkan untuk pembangunan poskesdes juga diusulkan yaitu di 8 desa diantaranya Margo Bakti, Mekar Wangi dan lainnya yang tersebar. Selain itu masih banyak usulan yang disampaikan oleh masyarakat oleh para kades mereka dengan harapan disetujui dan dilaksanakan.

Fatkhturahman juga membacakan sambutan Bupati, RKPD sebagai penjabaran rencana pembangunan jangka panjang menengah daerah (RPJMD), harus melalui proses pada setiap tingkatan pemerintahan dan harus melibatkan komponen masyarakat (stakeholder). Sehingga aspirasi mastyarakat dapat diakomodir dalam perencanaan pembangunan.

“Dengan berbagai permasalahan yang belum diselesaikan dan memiliki dampak jangka panjang, maka harus dicermati secara cerdas dan diakomodir dalam penyusunan RKPD OKI tahun 2016 karena akan berimplikasi pada kesejahteraan masyarakat. Implikasi pada kesejahteraan masyarakat antara lain adalah masih tingginya jumlah penduduk miskin mencapai 109.800 jiwa atau 14,53 persen,” terangnya.

Nah, sambung dia untuk usulan masyarakat dibidang ketahanan pangan adalah penyediaan bibit ikan di 11 desa diantaranya adalah desa Suka Mukti, Kemang Jajar, Cahaya Bakti, Mekar Wangi, dan Pematang Panggang. Lalu juga penyediaan bibit padi dan jagung juga bibit sawit dan karet untuk di 6 desa.

Ditambahkan, juga usulan penyediaan bibit ternak berupa sapi dan kambing di 9 desa diantaranya adalah desa Surya Adi, Karya Mukti, dan Margo Bakti. Lalu agar adanya penanggulangan kemiskinan yaitu berupa rehap rumah di 15 desa diantaranya Karya Mukti, Suka Mulya, Kali Deras dan Pagar Dewa.

Musrenbang Pedamaran

Musrenbang Pedamaran

Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) diruangan aula kantor Kecamatan Pedamaran pada Senin (5/1) menghasilkan berbagai macam usulan dari masyarakat banyak diantaranya adalah lebih memfokuskan kepada insfrastruktur desa.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda, Makruf,.SIP.,MM melalui Kabid Sosial Budaya, Drs. Ahmad Gusti,ST.,Msi. Menurut dia, sebenarnya usulan dari masyarakat

pada kegiatan Musrenbang yang dihadiri oleh Camat beserta stafnya, Danramil Kapten Safarudin, Kapolsek, sejumlah kepala UPTD baik UPTD pertanian, peternakan, BKKBN. Lalu UPTD Puskesmas, PMD Kecamatan para Kades serta unsur lainnya, cukup banyak usulan yang diajukan. Tetapi infrastruktur menjadi prioritas, walaupun begitu semua usulan akan ditanggapi dan ditindaklanjuti.

Dijelaskan, adapun dari pembahasan usulan di kecamatan Pedamaran yaitu pembuatan Dam di tepi sungai Desa Sukadamai Pedamaran I dan VI. Kemudian pengerasan jalan dusun Rangkui Pedamaran VI, jalan Damarsari di Menang Raya dan jalan menuju Desa Sukapulih.

“Sedangkan untuk usulan yang lain tetap juga menjadi prioritas semua akan dibahas dengan setiap SKPD terkait melalui forum,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut tak lupa sambutan Bupati Iskandar,SE melalui Kepala Bappeda Makruf,SIP yang dibacakan oleh Drs. Gusti,ST.,Msi dihadapan tamu undangan yang hadir adalah sebagai penjabaran rencana pembangunan jangka panjang menengah daera (RPJMD), harus melalui proses pada setiap tingkatan pemerintahan dan harus melibatkan komponen masyarakat (stakeholder). Sehingga aspirasi masyarakat dapat diakomodir dalam perencanaan pembangunan.

Lanjut dia, apalagi masih tinggi jumlah penduduk miskin yaitu mencapai 109.800 jiwa atau 14,53 persen. Untuk daya beli masyarakat sangat rendah terutama dalam memenuhi kebutuhan 9 bahan pokok. Lalu belum tercapainya program wajib belajar 9 tahun, kemudian masih tingginya angka kematian bayi. Ditambah lagi kondisi infrastruktur terutama jalan, jembatan, air bersih, sanitasi dan listrik belum memenuhi harapan masyarakat. Lalu juga masih rendahnya partisipasi dunia usaha (swasta) dalam pembangunan Kabupaten OKI.

“ Sehingga mengatasi permasalahan itu maka perencanaan difokuskan pada desa-desa tertinggal sekaligus penanggulangan kemiskinan yaitu dengan cara pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terutama dengan ibukota Kabupaten dan jalan poros desa. Lalu penyediaan air bersih, sanitasi dan listrik difokuskan pada desa dan kelurahan yang belum memiliki akses tersebut,” terangnya.

Dikatakan, selain itu untuk usulan yang lain dari masyarakat yaitu pembuatan jalan setapak di Desa Pedamaran I,VI,Menang Raya, Sukapulih, Sukadamai, Lebuh Rarak dan Sukaraja. Kemudian pembuatan siring di Desa Pedamaran II, Serinanti, Menang Raya dan Sukaraja. Lalu untuk sarana prasarana usulan yang disampaikan pengadaan mobile kerja pada kantor Kecamatan, pembuatan pagar kantor, rehab kantor Kades Pedamaran II dan pembangunan balai Kecamatan.

Ditambahkan, Gusti selain itu usulan yang masuk di bidang pendidikan adalah penambahan mobile di SD N 4, rehab bangunan SD Sukadamai. Juga adanya usulan pembangunan Poskesdes di Burnai Timur, rehab ruang tunggu pasien di Puskesmas. Nah termasuk juga mengusulkan lampu jalan. Lalu dibidang pertanian yakni pengembangan Holtikultura (tanaman sayur dan kacang-kacangan). Dibidang perikanan bantuan kerambah dan bibit ikan dan untuk dibidang peternakan yaitu bantuan bibit ternak sapi untuk Desa Sukapulih dan Burnai Timur.

Musrenbang Teluk Gelam

Musrenbang Teluk Gelam

Guna mendukung visi Pemerintahan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Tahun 2014-2019, terwujudnya masyarakat OKI yang maju, mandiri, sejahtera berlandaskan Iman dan Taqwa. Sehingga demi keberlangsungan dan keberlanjutan pembangunan Nasional dan pembangunan daerah, maka Pemkab OKI setiap tahun menyusun rencana kerja pembangunan daerah (RKPD) yakni melalui kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan.

Musrenbang kecamatan yang telah dijadwalkan, kemarin (5/1) yaitu dilaksanakan dikantor Kecamatan Teluk Gelam

dimana beserta perangkatnya, UPTD di kecamatan, tokoh masyarakat, anggota DPRD Dapil Teluk Gelam serta Bupati OKI diwakilkan Kepala Bappeda melalui Kabid Pendataan dan Penelitian M Iqbal, ST.,Msi.

Dalam sambutannya Bupati Iskandar, SE melalui Kepala Bappeda Makruf.,SIP yang diwakili Kabid Pendataan dan Penelitian, M Iqbal,ST.,Msi bahwa RKPD sebagai penjabaran rencana pembangunan jangka panjang menengah daerah (RPJMD), harus melalui proses pada setiap tingkatan pemerintahan dan harus melibatkan komponen masyarakat (stakeholder). Sehingga aspirasi masyarakat dapat diakomodir dalam perencanaan pembangunan.

Diungkapkan, M Iqbal dihadapan para peserta yang hadir, apalagi jumlah penduduk miskin dan pengangguran masih cukup besar dan bukan hanya Kabupaten OKI tetapi hampir seluruh Indonesia. Upaya mengatasi masalah tersebut bukan hanya pemerintah OKI tetapi melibatkan partisipasi aktif berbagai pelaku pembangunan untuk meningkatkan sinergi seluruh potensi pembangunan.

“Dengan berbagai permasalahan yang belum diselesaikan dan memiliki dampak jangka panjang, maka harus dicermati secara cerdas dan diakomodir dalam penyusunan RKPD OKI tahun 2016 karena akan berimpikasi pada kesejahteraan masyarakat,” ujar Iqbal.

Dijelaskan, implikasi pada kesejahteraan masyarakat antara lain adalah masih tingginya jumlah penduduk miskin yaitu mencapai 109.800 jiwa atau 14,53 persen. Untuk daya beli masyarakat sangat rendah terutama dalam memenuhi kebutuhan 9 bahan pokok. Lalu belum tercapainya program wajib belajar 9 tahun, kemudian masih tingginya angka kematian bayi. Ditambah lagi kondisi infrastruktur terutama jalan, jembatan, air bersih, sanitasi dan listrik belum memenuhi harapan masyarakat. Lalu juga masih rendahnya partisipasi dunia usaha (swasta) dalam pembangunan Kabupaten OKI.

Lebih lanjut dikatakan, untuk mengatasi permasalahan itu maka perencanaan difokuskan pada desa-desa tertinggal sekaligus penanggulangan kemiskinan yaitu dengan cara pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan terutama dengan ibukota Kabupaten dan jalan poros desa. Lalu penyediaan air bersih, sanitasi dan listrik difokuskan pada desa dan kelurahan yang belum memiliki akses tersebut.

“Untuk mempercepat penuntasan wajib belajar 9 tahun difokuskan pada perluasan program penuntasan buta furuf dengan kelompok belajar paket A dan paket B, terpenting lagi penyediaan satu desa satu PAUD/TK/TPA,” ungkapnya.

Kemudian ditambahkan Iqbal dalam Musrenbang adalah optimalisasi pertanian difokuskan pada intensifikasi dan ektensifikasi pertanian, tanaman pangan, perkebunan, peternakan, perikanan yang ditunjang penyediaan lembaga ekonomi masyarakat melalui satu desa satu KUD. Kemudian pengendalian harga melalui pasar murah, menjalin kerja sama agar pihak swasta lebih peduli terhadap lingkungan melalui program CSR. Lalu optimalisasi alokasi dana desa (ADD) agar difokuskan pada percepatan pembangunan insfrastruktur perdesaan.

Musrenbang Tanjung Lubuk

Musrenbang Tanjung Lubuk

Dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Tanjung Lubuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang berlangsung, Rabu (7/1) didapati usulan dari masyarakat adanya pembangunan kantor Kepala Desa (Kades) dan perehapan yakni terdapat 20 desa yang tersebar sangat memerlukannya.

Kepala Bappeda OKI, Makruf,SIP.,MM melalui Kabid Sosial Drs.Ahmad Gusti,ST.,Msi mengatakan, usulan yang disampaikan langsung oleh para kades mewakili dari masyarakat

dihadapan para undangan dan narasumber  yang hadir di aula kantor Camat Tanjung Lubuk. Dalam kesempatan itu dihadiri oelh camat Tanjung Lubuk Syaiful Rahman,S.Sos.,Msi beserta stafnya, Kapolsek, Danramil, sejumlah UPTD baik itu UPTD Pertanian, Kesehatan, Pendidikan, Perikanan, Peternakan, BKKBN. Termasuk juga sejumlah kepala sekolah, organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, tokoh agama serta para kades.

Dijelaskan Gusti, untuk usulan pembangunan kantor kades terdapat di 8 desa terdiri dari Desa Juk Dadak, Atar Balam, Bumi Agung, Tanjung Beringin, Tanjung Harapan, Pulau Gemantung dan Pulau Gemantung Ilir. Sedangkan untuk desa yang diusulkan rehab berat/ringan adalah desa Kota Bumi, Tanjung Lago, Tanjung Laut, Ulak Balam, Suka Mulya, Jambu Ilir, Sukarami, Pengarayan, Sri Tanjung, Tanjung Merindu. Lalu juga desa Tanjung Baru dan desa Ulak Kapal sehingga semuanya berjumlah 12 desa.

“Sebenarnya dalam Musrenbang itu cukup banyak usulan dari masyarakat terutama adalah dibidang pendidikan yakni berupa pembangunan laboratorium, TKJ dan TSM di SMK termasuk masih kekurangannya guru tenaga teknis di SMK,” ujar Gusti dalam kegiatan Musrenbang.

Lebih lanjut dikatakan, usulan masyarakat kepada pemerintahan termasuk juga kepada anggota DPRD OKI yang hadir Zumrowi dan I Nyoman adalah juga dilakukannya perehapan kantor Kecamatan dan balai untuk puskesmas rawat inap. Terepenting lagi disampaikan yaitu diadakannya perehapan los kalangan Tanjung Lubuk dengan alasan kalangan merupakan pusat perekonomian masyarakat.

Selain itu masih kata Gusti, masyarakat masih menginginkan adanya pengerasan jalan desa Juk Dadak, pembuatan cor beton jalan antar desa Tanjung Lubuk. Juga menginginkan normalisasi sungai Jambu di Desa Jambu Ilir. Pembangunan tembok penahan kalangan desa Tanjung Laut. Kemudian agar adanya pengerasan jalan sesudah jembatan menuju ke desa Jambu Ilir.

“Lalu untuk infrastruktur lain adalah agar adanya normalisasi Sungai Bengkulah mulai dari desa Ulak Kapal, Pulau Gemantung, Atar Balam. Juga pembangunan jembatan Sungai Puding di desa Sri Tanjung yang telah teranggar di tahun 2015 ini,” ungkapnya.

Dikatakan, lalu untuk bidang sarana prasarana menginginkan adanya penambahan mobiler dan UPTD. Kemudian pembangunan lapangan futsal untuk pemuda di kelurahan Tanjung Lubuk. Sedangkan bidang pertanian adalah adanya pengembangan tanaman pangan rawa lebak. Ditambahkan Gusti dalam sambutan Bupati OKI Iskandar, SE mewakili Kepala Bapedda, jumlah penduduk miskin dan pengangguran masih cukup besar dan bukan hanya Kabupaten OKI tetapi hampir seluruh Indonesia. Upaya mengatasi masalah tersebut bukan hanya pemerintah OKI tetapi melibatkan partisipasi aktif berbagai pelaku pembangunan untuk meningkatkan sinergi seluruh potensi pembangunan.

“Dengan berbagai permasalahan yang belum diselesaikan dan memiliki dampak jangka panjang, maka harus dicermati secara cerdas dan diakomodir dalam penyusunan RKPD OKI tahun 2016 karena akan berimpikasi pada kesejahteraan masyarakat,” ucapnya.

Sehingga untuk mengatasi permasalahan itu maka perencanaan difokuskan pada desa-desa tertinggal sekaligus penanggulangan kemiskinan yaitu dengan cara pembangunan insfrastruktur jalan dan jembatan terutama dengan ibukota Kabupaten dan jalan poros desa. Lalu penyediaan desa air bersih, sanitasi dan listrik difokuskan pada desa dan kelurahan yang belum memiiki akses tersebut.

Kawasan Agropolitan

Kawasan Agropolitan

Penyusunan

Penataan Ruang Kawasan Agropolitan

Kabupaten Ogan Komering Ilir

              Berdasarkan Undang Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, Kawasan Agropolitan adalah kawasan yang terdiri atas satu atau lebih pusat kegiatan pada wilayah perdesaan sebagai sistem produksi pertanian dan pengelolaan sumber daya alam tertentu yang ditunjukan oleh adanya keterkaitan fungsional dan hierarki keruangan satuan sistem permukiman dan sistem agrobisnis.

Penyusunan Penataan Ruang Kawasan Agropolitan yang dianggarkan melalui APBD Provinsi dalam hal ini Dinas PU Cipta Karya Provinsi Sumatera Selatan dan dilaksanakan pembahasan Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Agropolitan, dalam hal ini dilaksanakan di Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Ogan Komering Ilir karena lokasi yang akan dilakukan penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang Kawasan Agropolitan berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir khususnya di Kecamatan Lempuing Desa Tugu Mulyo dan sekitarnya.

Penyusunan Rencana Rinci Tata Ruang (RTR) Kawasan Agropolitan Kabupaten Ogan Komering Ilir ini bertujuan untuk :

1. Menciptakan keseimbangan dan keserasian fungsi dan intensitas penggunaan ruang

2. Menciptakan kelestarian lingkungan permukiman dan kegiatan berkarakter perkotaan

3. Meningkatkan daya guna dan hasil pelayanan

4. Mengarahkan pembangunan wilayah yang lebih tegas

5. Membantu penetapan prioritas pengembangan wilayah

6. Membantu penyusunan peraturan zonasi

yang dimana penyusunan kawasan agropolitan tetap mengacu pada landasan hukum yang terkait juga tetap melakukan tinjauan kebijakan baik itu RTRW Nasional, RTRW Provinsi Sumatera Selatan dan RTRW Kabupaten Ogan Komering Ilir.